Do4 Ku

22 09 2008

Ketika aku meminta pada Allah SWT setangkai bunga yang indah, Allah SWT memberi aku kaktus yang berduri.

Ketika aku meminta pada allah SWT hewan yang mungil nan cantik, Allah SWT memberiku ulat bulu

Aku menangis,aku protes dan kecewa…kenapa ini tak adil bagiku

namum kemudian

Kaktus itu berbunga sedemikian indahnya dan ulat bulu pun tumbuh berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik.itu lah jalan ALLAH SWT….indah pada awaktunya.ALLAH SWT tidak memberi apayang kita harapkan tapi Ia memberi apa yang kita perlukan….kadang kita sedih dan kecewa terluka tapi jauh di atas segalanya ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.

Ya Allah SWT…aku serahkan hidupku untuk Mu dan aku sudah ikhlaskan segala yang terjadi dalam hidup ku ini…





Seputih Melati

16 09 2008

Melati tak pernah berdusta dgn apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna di balik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpa warna lain untuk berbagai keadaannya. Apapun kondisinya panas hujan terik maupun badai. Pada debu ia tak kan marah meskipun jutaan butir menghinggapinya.

Pada hujan ia menangis, agar tak terlihat matanya meneteskan air diantara ribuan air yang menghujani tubuhnya.Agar siapapun tak melihat ia bersedih, karna saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes.Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya untuk mengadu saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap getirannya.

Pada tangkai ia bersandar agar tetap meneguhkan kedudukan memeluk werat sayapnya memberikan kekuatan dalam menjalankan kewajibannya menserikan alam. Agar kelak apapun cobaan yang datang ia dengan sabar dan suka cita merasai bahkan menikmati sebagi bagian dari cinta kasih Sang Pencipta. Bukahkah tak ada cinta tampa pengorbanan ? Adakah kasih sayang tanpa cobaan ?

Pada sang alam ia meminta. agar dibimbing dan dilindungi selamanya ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya. Jika pada masanya ia akan jatuh luruh ke tanah ia akan tetap sebagai melati seputih melati.

Dan kepada melatiku tetaplah menjadi melati di tamanku. Karna aku akan menjadi angin menjadi hujan menjadi tangkai menjadi matahari menjadi daun dan alam semesta. Tetapi takakan pernah menjadi debu atau unggas yang hanya akan merusak keindahannya, lalu meninggalkan melati begitu saja.