Sahabat Ku Siska

18 07 2008

Dear My Best Friend….

Sis…gw ga tau apa yang harus gw ngungkapin ke lo.yang gw tau diri lo ada di hati gw.lo begitu baik dan begitu mengerti tentang diriku.

Pertama kali gw kenal lo.lo itu anaknya asik dan cuma lo yang bisa gw ajak berteman yang bisa ngerti sifat gw.Pertama kali kita di ajak jalan2 ma Kantor BI ke Yogyakarta.Lo sekamar dengan gw…banyak kenangan di yogyakarta saat bersama lo dari tengah malam ada yang ngetok kamar kita, (orang jepang) yang salah kamar.Perjalanan jalan kota yogyakarta di malioboro dan sebelum berangkat ke yogyakarta lo tunggui gw di pintu masuk bandara.

Kenangan Di gunung Geulis saat outbond lo tetap sekamar ma gw.saat gw kasih tau kalau gw suka sama mentor di outbond lo bilang “jangan yang ga2 lo may udh punya tunangan juga”.terus gw jawab “cuma liat aj ko”.

Apalagi saat gw putus dari catur…lo yang selalu kasih masukan dan lo yang memberikan gw kepercayaan diri untuk bangkit dari kesedihan gw.gw ingat lo sms gw saat gw benar2 terjatuh.”may lo ga sendiri lo masih ada orang yang mencintai lo ada mama papa kaka adik lo serta sahabat lo gw Siska.Gw tau apa yang lo rasakan tapi may lebih sakit kehilangan orang yang kita sayang yaitu orang tua.jangan terus menangis bangkit may ada gw siska disamping lo”.dengan kata2 itulah gw bisa terbangun dari kesedihan gw.

Kenangan gw selanjutnya saat dari kantor jalan2 ke Batam n Singapore tetap aj kita sekamar. selalu sekamar.apalagi saat bikin drama kita jadi setannya.hal yang lucu.kalau di ingat selalu bikin kita ketawa.jalan2 kesingapore naik ferry foto2 semua kenangna yang selalu gw ingat.apa lagi saat Hp gw hilang lo yang paling senang dan lo berkata “udah saatnya maya lo lupain catur dan tinggalkan semua kenangan lo dan masa alau lo disini”.karena di hp itu semua ada foto catur.

kenangan yang mungkin ini akan jadi yang terakhir dalam hidup gw.saat pergi kecirebon.saat lo berangkat dari rumah lo telp gw lo mpe stasiun gambir lo telp gw dan kita sebangku di kereta.saat itu lo sedih karena putus dari pacar lo tapi lo diam dan berusaha untuk bahagia dan tersenyum. lo orang yang tegar walaupun kena masalah tapi gw ga bisa seperti itu.lo masih bisa tertawa di cirebon saat kita outbond tapi untuk yang dicirebon kita tidak sekamar tapi tetap sebelahan. Tapi itu pada saat Ultah gw,lo ga lupa untuk ucapin selamat Ultah Maya.

Sis…tak bisa maya ungkapin semua kebaikan lo kepada maya.apalagi dengan kebaikan yang sekarang.semoga Tuhan membalas semua kebaikan lo selama ini.tapi sis…walaupun gw udah jauh dan takmungkin ketemu lagi tapi lo tetap sahabat gw dan ada dihati gw sebagai sahabat sejati,sekarang gw mengerti mana sahabat mana teman mana musuh mana kawan dan mana yang hanya butuh kita hanya  senangnya aj dan mana yang saat kita butuh saat susah dia bener2 bersedia..

sis…maafin maya ya…





Maaf kan aku Mama

18 07 2008

Mama….ini suratku untuk Mama..

Ma…anak mu ini yang mama sayang yang setiap pagi mama masakkan air untuk mandi jika berangkat kerja dan mama buatkan sarapan. dan tiap pulang kerja jika anak mu lapar selalu mama suapin dan selalu tidur disamping mama.kalau sakit mama selalu jagain aku dan merawatku.

Tapi Apa daya sekarang Mama….anak mu ini telah melakukan kesalahan yang fatal yang sangat melukain hati mu dan akan membuat mu menangis.

Mama…aku tak bisa membalas budi baik mama.benar kata pepatah kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang jala.aku blom bisa membahagiakan mama dengan kedua tangan ku ini.yang selalu aku lakukan aku selalu mengecewakan mama.aku membuat hati mama menangis tak dapat aku lakukan dengan kedua tangan ku ini.

Mama…..maafkan aku..anak mu yang hina ini yang tak bisa membalas budi baik mama.tapi aku kan selalu memdoakan mama agar mama papa selalu bahagia walaupun bukan aku yang membahagiakan mama dan papa.

Mama Papa maafkan jika kepercayaan mama papa aku langgar.Aku tak bisa berbuat banyak mama.aku selalu menyakitin mu.Mungkin aku tak pantas untuk jadi anak Mu.

Aku ingin pergi jauh mama…aku ga mau buat terlalu sering menyakitin Mama dan papa.Aku minta maaf ma…mungkin aku hanya bisa lewat surat ini aku tak berani menatap mata mama dan papa yang teduh.

Terima kasih Mama papa yang udh sekolahkan aku dan membesarkan ku dengan kasih sayang .Maafkan aku yang tidak mendengar semua nasihat mu.

Sembah sujud Ku untuk Mu Mama

Dhewi Sasmaya